SURABAYA – Pemerintah Kota Surabaya akan menambah titik pelaksanaan Car Free Day (CFD) setiap akhir pekan sebagai respons atas imbauan pemerintah pusat untuk memperluas cakupan kegiatan tersebut. Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menyatakan penerapan CFD di Surabaya lebih ideal dilakukan pada hari Sabtu dan Minggu karena mobilitas masyarakat pada hari kerja mencapai 8 juta jiwa. “Karena hari biasa itu di Surabaya penduduknya 8 juta. Karena banyak orang yang masuk dari Sidoarjo mau ke Gresik, lewat Surabaya. Kalau CFD semua kasihan,” katanya, Kamis (2/4/2026).

Eri menjelaskan optimalisasi CFD akan dilakukan tanpa mengganggu aktivitas ekonomi dan mobilitas warga pada hari kerja, dengan memperbanyak titik pelaksanaan pada hari Minggu. Saat ini, Dinas Lingkungan Hidup rutin menggelar CFD setiap Minggu di sejumlah wilayah seperti Jalan Darmo, Jalan Tunjungan, Jalan Jemur Andayani, Jalan Kertajaya, hingga kawasan Kota Lama Kembang Jepun. Kebijakan ini merespons imbauan pusat yang akan diatur melalui Surat Edaran Menteri Dalam Negeri.

Selain memperluas cakupan CFD, Pemkot Surabaya juga berencana menerapkan kebijakan agar Aparatur Sipil Negara menggunakan transportasi umum ke kantor pada hari Rabu atau Kamis sebagai upaya penghematan energi. Pengecualian diberikan bagi ASN yang memiliki kendaraan listrik. Kebijakan ini sejalan dengan arahan pemerintah pusat untuk menambah jumlah hari, durasi waktu, dan cakupan ruas jalan dalam pelaksanaan CFD di berbagai daerah.

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *