Surabaya-Pemerintah memastikan penyelenggaraan ibadah haji 2026 tetap berjalan sesuai rencana meski dinamika keamanan di kawasan Timur Tengah masih berkembang. Sejumlah langkah mitigasi dan penguatan koordinasi lintas kementerian telah disiapkan guna menjamin kelancaran layanan dan keselamatan jemaah. Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Republik Indonesia menegaskan bahwa seluruh perangkat pelayanan telah dipersiapkan lebih awal, termasuk skenario antisipatif jika situasi global memengaruhi jalur penerbangan internasional.
Kemenhaj juga mengimbau calon jemaah untuk menunda keberangkatan umrah sementara waktu demi keselamatan dan perlindungan jemaah. Langkah ini diambil menyusul kondisi keamanan kawasan yang masih fluktuatif. Di sisi lain, Presiden RI Prabowo Subianto memberikan instruksi tegas agar seluruh proses penyelenggaraan haji dilakukan secara transparan serta bersih dari praktik rente, kartel, maupun manipulasi guna menjaga kepercayaan umat.
Sementara itu, proses kepulangan jemaah umrah yang masih berada di Arab Saudi terus berlangsung. Dalam periode 28 Februari hingga 2 Maret 2026, tercatat sebanyak 7.782 jemaah telah tiba kembali di Tanah Air. Meski demikian, sebagian jemaah masih menunggu kepastian jadwal penerbangan, terutama bagi mereka yang menggunakan maskapai dengan skema transit. (saf/ipg)
“Kami mempersiapkan seluruh perangkat layanan lebih awal agar penyelenggaraan haji 2026 berjalan optimal. Namun demikian, kami tetap menyiapkan berbagai skenario mitigasi sebagai langkah kehati-hatian,” jelas Dahnil Anzar Simanjuntak, Wamenhaj.
“Pesan Presiden sangat jelas, wajah Kementerian harus menjadi wajah integritas, bersih, dan transparan. Tidak boleh ada praktik yang mencederai kepercayaan umat,” tegas Dahnil mengutip arahan Presiden.

