Aceh – Pemerintah melalui Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) mengumumkan kesiapan membangun 2.603 rumah permanen bagi penyintas banjir dan longsor di tiga provinsi, yaitu Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat. Menteri PKP Maruarar Sirait menegaskan, “Per hari ini sudah ada kesiapan untuk membangun rumah bagi saudara-saudara kita… sebanyak 2.603 unit” yang merupakan hunian tetap. Pembangunan dijadwalkan dimulai bulan ini dengan prinsip kehati-hatian, namun dijalankan secara cepat sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto agar regulasi tidak menghambat bantuan.
Proses relokasi dilakukan dengan memperhatikan tiga kriteria utama: kepastian hukum lahan, keamanan teknis dari risiko bencana, serta kelayakan sosial-ekonomi. Ara menekankan bahwa relokasi bukan sekadar memindahkan bangunan, tetapi juga mempertimbangkan ekosistem kehidupan warga. “Rumah itu bukan hanya gedungnya dibangun tapi kehidupannya berpindah… Jadi ekosistem itu harus menjadi pertimbangan,” tegasnya. Untuk memperlancar proses, Kementerian PKP mengusulkan koordinasi dengan berbagai lembaga penegak hukum dan pengawasan.
Pendanaan pembangunan rumah tersebut seluruhnya bersumber dari non-APBN. Sebanyak 2.500 unit rumah didanai oleh Yayasan Buddha Tzu Chi, sedangkan 103 unit sisanya berasal dari dana pribadi Menteri Maruarar Sirait. “Dananya non-APBN. Dari Yayasan Buddha Tzu Chi 2.500 rumah, dari saya pribadi 103 rumah,” tutupnya menjelaskan sumber pendanaan untuk program ini.

