Jakarta – Sebanyak 79 pelajar di Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, mengalami keracunan setelah menyantap menu makan bergizi gratis (MBG) yang terdiri dari nasi, telur puyuh, acar, pisang, dan susu. Para korban mengeluhkan mual, muntah, diare, dan pusing, sehingga harus mendapat perawatan di Puskesmas Gemarang. Guru SD Negeri Jenggrik 6, Melinda, menuturkan, “Habis makan langsung mual-mual, muntah-muntah, enggak nunggu lama. Tadi lauknya telur puyuh. Katanya sudah bau.”
Rincian korban mencakup 31 siswa dari tiga sekolah dasar dan sisanya dari SMP. Kepala Dinas Kesehatan Ngawi, Heri Nur Fahrudin, menjelaskan, “Total ada 79. Sejumlah 32 anak SD, sisanya adalah anak SMP.” Untuk memastikan penyebab keracunan, sampel sisa makanan telah dibawa ke laboratorium untuk diuji.
Orang tua siswa meminta program MBG dihentikan sementara untuk evaluasi. Muntiani, salah satu orang tua, menyatakan, “Wes-wes enggak usah diadain, insha Allah kalau cuma makan enak saya bisa, ngasih anak-anak saya semua enggak usah dikasih-kasih kayak gini Pak.” Sementara itu, Kepala SPPG Desa Kawu, Agus Wijayanti, menambahkan, “Kita nunggu dari hasil lab, apakah ini terjadi karena hasil dari SPPG kami mengalami ada kendala atau ada yang lain.”
