Probolinggo – Sebuah video yang memperlihatkan aksi perundungan fisik terhadap seorang siswa SD di Probolinggo menjadi viral di media sosial. Dalam rekaman berdurasi hampir dua menit tersebut, terlihat seorang siswa berpostur lebih kecil dipukul dan ditendang berulang kali oleh siswa lain yang lebih besar, sementara beberapa siswa lain justru menyoraki dan mendorong tindakan kekerasan tersebut. Korban tampak tidak berdaya dan hanya bisa menutupi wajahnya tanpa mampu melawan, hingga jatuh tersungkur ke tanah.

Menanggapi viralnya video tersebut, Polsek Gading turun tangan dengan memediasi kedua belah pihak yang didampingi orang tua masing-masing. Kanit Reskrim Polsek Gading, Aipda Romli, menyatakan bahwa setelah melalui proses mediasi yang dihadiri pula oleh perwakilan sekolah, Korwil Pendidikan, dan PGRI Kecamatan Gading, kedua pihak sepakat menyelesaikan masalah secara kekeluargaan dan tidak melanjutkan proses hukum. Keputusan perdamaian ini juga mencakup tidak adanya tuntutan terhadap pihak yang menyebarkan video viral tersebut.

Meski kasus telah ditutup secara damai, Polsek Gading berkomitmen untuk meningkatkan upaya pencegahan dengan menggencarkan edukasi tentang perilaku positif dan dampak kekerasan di sekolah-sekolah wilayah Kecamatan Gading. Langkah ini diharapkan dapat mencegah terulangnya kejadian serupa di masa depan, sekaligus menciptakan lingkungan belajar yang lebih aman dan nyaman bagi semua siswa, meskipun pendekatan damai dalam menangani kasus kekerasan fisik di lingkungan sekolah menuai kritik dari berbagai pihak.

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *