Jakarta – Kementerian ESDM melaporkan bahwa program biodiesel 40% (B40) berhasil menghemat devisa hingga Rp 107,2 triliun sejak Januari 2025. Direktur Jenderal EBTKE, Eniya Listiani Dewi, menyebutkan bahwa penghematan ini masih sedikit di bawah program B35 tahun sebelumnya yang mencapai Rp 124 triliun. Selain itu, program B40 meningkatkan nilai tambah crude palm oil hingga Rp 16,89 triliun, menyerap 1,5 juta tenaga kerja, dan menekan emisi gas rumah kaca sebesar 32,2 juta ton CO2.

Eniya menegaskan, “manfaat program yang akan kita peroleh dalam satu tahun ini dalam pelaksanaan B40 ini, kita bisa memperoleh penghematan devisa sekitar Rp 107,2 triliun.” Program B40 merupakan bagian dari upaya meningkatkan bauran energi baru terbarukan yang sudah mencapai 16%. Kebijakan ini diatur dalam Peraturan Menteri ESDM No. 4 Tahun 2025 yang mewajibkan campuran 40% Fatty Acid Methyl Ester (FAME) dalam solar.

Realisasi penyaluran biodiesel mencapai 12,11 juta kiloliter dari target 15,6 juta kiloliter, dengan kapasitas produksi nasional meningkat hingga 22 juta kiloliter. Pemerintah sedang mempersiapkan uji coba B50 dalam enam bulan ke depan, termasuk uji teknis dan kajian kelayakan. “Kami saat ini sedang mempersiapkan bagaimana menuju B50, uji teknis road test yang diperlukan,” tambah Eniya.

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *