Jakarta – Insiden penembakan sopir angkot M Dwi Yulianto (27) dan rekannya Oberta Parjiman alias Obi (35) di SPBU Limau, Banyuasin, Sumsel, berawal dari rebutan antrean BBM Selasa (21/10/2025) sore pukul 15.00 WIB. Keributan melibatkan Dwi dengan tiga orang naik Toyota Innova hitam (BG 1719 BG), yang sempat dilerai warga tapi berlanjut di Jalan Lintas Palembang Betung KM 41, Desa Tanjung Agung. Obi yang mau melerai malah dikeroyok dan ditembak peluru FN di perut dan paha, meninggal di tempat, sementara Dwi luka tembak perut dan dirawat di RSUD Banyuasin.Polisi cepat tangkap tiga pelaku: HS (31), IG (35), dan DSP (23) di Desa Regan Agung, Banyuasin III, sekitar pukul 21.00 WIB oleh Satreskrim Polres Banyuasin.

Barang bukti diamankan termasuk mobil angkot hijau (BG 1447 AQ), Innova hitam dengan plat ganti, motor Honda Blade, dan senjata api FN. “Korban lainnya M. Dwi mengalami luka tembak di perut dan kini menjalani perawatan intensif di RSUD Banyuasin. Jenazah korban Oberta dibawa ke RS Bhayangkara Palembang untuk visum,” ungkap Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya, Rabu (22/10) di Mapolda Sumsel. Senjata akan diuji balistik untuk konfirmasi.

Pelaku dijerat Pasal 338, 170, dan 340 KUHP soal pembunuhan, pengeroyokan, dan penganiayaan berat. “Senjata tersebut akan kami uji balistik untuk memastikan penggunaannya,” katanya. Saat ini, tersangka dan bukti di Polsek Talang Kelapa untuk penyidikan lanjut, sambil koordinasi dengan jaksa. Nandang imbau warga tenang serahkan ke polisi “Polda Sumsel bersama polres jajaran akan terus bekerja maksimal untuk menjaga keamanan dan ketertiban di tengah masyarakat.”

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *