Jakarta – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tetap mendorong Mahfud MD selaku mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam), untuk membuat laporan resmi terkait dugaan korupsi dalam proyek kereta cepat Jakarta-Bandung atau Whoosh. KPK menyatakan akan terbuka dan proaktif dalam menindaklanjuti setiap informasi yang datang dari masyarakat, termasuk data yang dapat menjadi pengayaan penyelidikan.
Mahfud MD mengungkapkan adanya dugaan mark up anggaran proyek Whoosh, di mana biaya per kilometer kereta tercatat sebesar 52 juta dolar AS di Indonesia, padahal di China hanya sekitar 17-18 juta dolar AS. Ia mempertanyakan siapa yang menaikkan anggaran tersebut dan meminta penyelidikan mendalam terhadap dugaan korupsi ini.
KPK telah mengimbau Mahfud untuk membuat laporan resmi, namun Mahfud merasa langkah itu kurang tepat karena menurut hukum pidana aparat penegak hukum seharusnya langsung menyelidiki dugaan tindak pidana tanpa harus menunggu laporan terlebih dahulu. Meski begitu, KPK tetap menegaskan akan menangani laporan dan aduan masyarakat dengan serius dan transparan.

