Sidoarjo – Haical, santri berusia 13 tahun korban ambruknya musala Ponpes Al Khoziny Sidoarjo, akhirnya diperbolehkan pulang ke Probolinggo setelah dua minggu dirawat di RSUD R.T. Notopuro. Meskipun harus menjalani amputasi kaki kiri akibat infeksi, semangat Haical untuk sembuh dan belajar berjalan kembali pakai tongkat tetap kuat dengan dukungan tim medis dan keluarganya.

Musibah ambruknya musala ini terjadi pada 29 September 2025 saat ratusan santri melaksanakan salat Ashar berjamaah, menyebabkan 167 korban dengan 63 meninggal dunia dan puluhan lainnya luka-luka. Haical adalah korban pertama yang berhasil ditemukan selamat pada hari ketiga pencarian, diikuti empat santri lainnya yang juga terluka parah, beberapa harus diamputasi.

Kini, Haical akan kontrol berkala untuk pemulihan lanjut dan mendapat pendampingan psikologis agar siap menjalani hidup dengan kondisi baru. Kisahnya jadi bukti semangat dan harapan di tengah tragedi yang memilukan ini.

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *