Jakarta – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Way Kambas (TNWK), Lampung Timur, masih dalam penanganan petugas gabungan hingga Jumat (2/10/2026). Kepala Balai TNWK MHD Zaidi menyebut sepanjang 2026 telah terjadi 21 kejadian karhutla dengan total area yang terbakar mencapai sekitar 7.000 hektare. Luasan tersebut meningkat dibandingkan 2025, meski masih lebih rendah dibandingkan periode El Nino pada 2023 dan 2024. “Sepanjang tahun 2026, karhutla di TN Way Kambas telah tercatat 21 kejadian, luas yang terbakar sekitar 7.000 hektare,” kata Zaidi, Sabtu (3/10/2026).

Pemadaman masih dilakukan di sejumlah titik dengan melibatkan BPBD Lampung, BNPB, TNWK, BPBD Lampung Timur, serta tim terkait. Pemadaman dilakukan melalui jalur darat dan udara. Helikopter water bombing tercatat melakukan 54 kali penyiraman, sementara tim darat menyisir area sekitar 800 meter menggunakan peralatan pemadam dan jet shooter. Petugas juga menemukan titik api yang diduga merupakan sisa kebakaran sebelumnya dan kembali muncul akibat hembusan angin kencang. Kondisi tanah gambut serta kabut asap membuat proses pemadaman membutuhkan waktu dan suplai air lebih banyak.

TNWK juga menyiapkan sumur bor untuk memperkuat pasokan air dan terus melakukan patroli guna mencegah api meluas. Di tengah kebakaran, pemantauan satwa liar seperti gajah dan harimau tetap dilakukan, termasuk menggunakan GPS Collar untuk mengetahui keberadaan gajah secara real time. Hingga kini belum ditemukan laporan kematian satwa di lokasi bekas kebakaran. TNWK menilai penanganan karhutla membutuhkan kerja sama pemerintah daerah, masyarakat sekitar, dunia usaha, TNI/Polri, serta pihak terkait untuk mempercepat deteksi dan penanganan titik api.

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *