Lampung – Gunung Anak Krakatau kembali erupsi pada Rabu (9/9/2026) pukul 00.47 WIB. Aktivitas letusan tidak terlihat secara visual karena kawasan gunung tertutup kabut. Meski demikian, aktivitas vulkanik tetap dipantau melalui data kegempaan dari Pos Pemantauan Pasauran, Banten.
Kepala Pos Pemantauan Gunung Anak Krakatau di Desa Hargo Pancuran, Suwarno, mengatakan kondisi visual bukan satu-satunya patokan untuk memantau aktivitas gunung. Masyarakat diminta tetap waspada dan menghindari kawasan gunung. BMKG juga melaporkan sebaran abu vulkanik pada pukul 07.00 WIB bergerak ke arah barat laut hingga ketinggian 7.000 kaki atau sekitar 2,1 kilometer dan mencakup sebagian wilayah Teluk Lampung.
“Kalau aktivitasnya masih ada, masyarakat tetap harus waspada dan jangan mendekati kawasan gunung,” kata Suwarno. Warga juga diimbau menggunakan masker dan pelindung mata saat beraktivitas di luar ruangan serta memantau informasi dari BMKG, PVMBG, dan instansi terkait.

