Surabaya – Perayaan HUT ke-81 RI tak selalu membawa kabar gembira bagi pedagang bendera musiman. Di sejumlah titik, upacara penurunan bendera telah selesai digelar pada Senin (17/8/2026) sore. Namun, di salah satu gang di Jalan Wonokromo, Surabaya, deretan bendera dan pernak-pernik merah putih masih terpajang dan menanti pembeli. Rini (43), salah satu pedagang, mengaku penjualannya tahun ini merosot hingga 50 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Jika pada tahun lalu omzetnya selama musim kemerdekaan bisa mencapai sekitar Rp 50 juta, tahun ini hanya separuhnya. “Tahun lalu itu kalau omzet keseluruhan bisa mencapai Rp 50 juta, tahun ini separuhnya,” ujar Rini. Menurutnya, pembeli biasanya berasal dari perkantoran, sekolah hingga warga sekitar, dengan permintaan mulai meningkat sejak akhir Juli hingga awal Agustus.

Penurunan penjualan juga dirasakan Mulyati (50), pedagang sekaligus penjahit bendera yang berjualan secara grosir. Ia menyebut omzet tahun ini turun sekitar 50 persen dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Kondisi tersebut dinilai dipengaruhi sejumlah faktor, mulai dari masyarakat yang beralih membeli bendera melalui marketplace hingga daya beli yang melemah. Rini mengatakan pola penjualan juga cenderung berulang, yakni ramai pada satu tahun kemudian menurun pada tahun berikutnya. Meski 17 Agustus telah berlalu, para pedagang masih berharap dagangan mereka terserap pembeli. Bendera dan pernak-pernik yang tersisa rencananya akan disimpan untuk dijual kembali pada momentum HUT RI tahun depan.

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *