SURABAYA – Pelatih Persebaya Bernardo Tavares menyoroti kepemimpinan wasit dan menyampaikan permintaan maaf setelah timnya kalah 1-2 dari Madura United di Stadion Gelora Bung Tomo, Jumat (17/4/2026) malam. Tavares menilai ada pelanggaran di kotak penalti lawan yang seharusnya menjadi hadiah penalti, namun ia menegaskan bahwa keputusan wasit bukan alasan utama kekalahan timnya. “Terutama terkait pelanggaran di area penalti lawan yang tidak diberikan serta proses terjadinya gol kedua Madura United,” kata Tavares.Pelatih asal Portugal itu mengakui Madura United tampil lebih efektif dengan mampu mencetak dua gol meski hanya memiliki sedikit peluang. Sebaliknya, Persebaya yang menciptakan banyak kesempatan justru gagal berbuah gol karena penyelesaian akhir yang kurang akurat. “Kami menciptakan banyak kesempatan, namun kurang akurat dalam penyelesaian akhir,” ujarnya.Meski kecewa, Tavares mengapresiasi perjuangan maksimal para pemainnya dan meminta maaf kepada Bonek dan Bonita karena gagal mempersembahkan kemenangan di kandang sendiri. “Saya meminta maaf kepada Bonek dan Bonita. Kami tahu mereka menginginkan tiga poin, dan kami juga menginginkannya,” pungkasnya.

