Jakarta – Mahasiswa Universitas Indonesia (UI) bersama sejumlah elemen masyarakat berencana menggelar aksi unjuk rasa di Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta, Rabu (28/10/2026), bertepatan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda. Aksi tersebut membawa lima tuntutan terkait kebijakan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, mulai dari penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), pembenahan ekonomi, penurunan biaya pendidikan, pemberantasan korupsi, hingga perlindungan kebebasan berpendapat. Kepala Departemen Kajian Strategis BEM UI 2026, Namora Siahaan, mengatakan tuntutan tersebut dihimpun dari berbagai keresahan masyarakat yang dinilai belum mendapat respons memadai dari pemerintah.

Dalam isu lingkungan, mahasiswa mendesak pemerintah menetapkan status bencana nasional untuk karhutla dan bencana ekologis lainnya. Di bidang ekonomi, mereka meminta penggunaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) lebih berpihak kepada masyarakat serta menghentikan pemborosan anggaran untuk kepentingan politik melalui program seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP). BEM UI juga menuntut penurunan biaya pendidikan dan pemerataan akses terhadap layanan dasar bagi masyarakat.

Pada bidang hukum dan demokrasi, mahasiswa mendesak pemberantasan korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN), penghentian penyalahgunaan hukum untuk kepentingan kekuasaan, serta evaluasi sejumlah regulasi yang dinilai bermasalah, termasuk UU TNI, KUHP, dan UU P2SK. Mereka juga meminta perlindungan kebebasan berpendapat, menyoroti dugaan kriminalisasi terhadap masyarakat yang menyampaikan kritik serta keterlibatan militer di ruang sipil. “Kita telah menampung kemarahan dan keresahan rakyat yang selama ini mungkin tertutupi,” ujar Namora, Selasa (27/10/2026).

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *