Jakarta – Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid menanggapi pernyataan politikus Singapura, Calvin Cheng Ern Lee, yang menyinggung kemungkinan pemotongan jalur internet Indonesia. Meutya menjelaskan, sebagian besar jalur Sistem Komunikasi Kabel Laut (SKKL) yang mendarat di Singapura melewati perairan Indonesia. Jika kabel tersebut terputus, konektivitas internet Singapura juga berpotensi mengalami gangguan besar.
Meutya menyebut, sekitar 80 persen kapasitas konektivitas Singapura terancam lumpuh apabila jalur kabel laut tersebut terpotong. Selain itu, Singapura berisiko kehilangan investor perusahaan teknologi global karena Indonesia memiliki sekitar 267 juta penduduk yang terhubung ke internet. “Infrastruktur digital adalah sektor yang perlu dijaga bersama, tidak hanya untuk kepentingan kedua negara, tapi juga untuk konektivitas global,” tegas Meutya melalui akun Instagram resminya.
Sebelumnya, Calvin Cheng mengunggah infografis mengenai ketergantungan pembangunan internet Indonesia terhadap jalur konektivitas melalui Singapura. Ia kemudian menuliskan komentar singkat, “Cut (potong)?”, tetapi menegaskan bahwa Singapura tidak akan melakukan tindakan tersebut karena merupakan negara yang taat hukum. Hingga Rabu pagi, unggahan itu telah ditonton sekitar 686 ribu kali dan menuai beragam tanggapan, termasuk komentar yang menyoroti potensi dampak ekonomi bagi Singapura jika jalur kabel internet diputus.

