Jakarta – Pemerintah berencana meluncurkan program satu orang satu rekening bagi 25 juta warga Indonesia dari kelompok masyarakat berpenghasilan paling rendah pada akhir 2026. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan anggaran sebesar Rp1,28 triliun telah disiapkan untuk mendukung pelaksanaan program tersebut.

Program ini menyasar masyarakat berusia di atas 17 tahun yang masuk kelompok desil 1 atau 10 persen penduduk dengan tingkat kesejahteraan terendah. Data calon penerima akan mengacu pada Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN), sebelum pemerintah melakukan penyaringan. Pelaksanaannya akan melibatkan Bank Rakyat Indonesia (BRI) dan Bank Syariah Indonesia (BSI).

Airlangga menjelaskan, program ini bertujuan memperluas inklusi keuangan, terutama bagi masyarakat yang belum memiliki akses memadai terhadap layanan keuangan formal. Selain membuka rekening, pemerintah juga ingin meningkatkan efektivitas penyaluran bantuan kepada masyarakat. “Kami akan dorong efektivitas program bantuan, efektif, jadi bukan hanya rekening,” ujar Airlangga di Jakarta, Kamis (22/10/2026).

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *