Jakarta – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan penataan pasokan dan permintaan batu bara mulai memperkuat posisi harga batu bara Indonesia di pasar internasional. Pemerintah mengendalikan produksi melalui Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) untuk menjaga keseimbangan pasokan dan permintaan.
“Harga nikel ditentukan oleh luar. Harga batu bara ditentukan oleh luar. Sekarang baru mulai kita tata. Alhamdulillah, dengan penataan terhadap pengaturan supply and demand, harga batu bara Indonesia sekarang sudah mulai ada marwahnya di mata internasional,” kata Bahlil dalam acara Donor Darah Hari Jadi Pertambangan ke-81 di Balai Sudirman, Jakarta, Selasa (22/9/2026).
Bahlil menyebut penerimaan negara bukan pajak (PNBP) sektor pertambangan meningkat dibandingkan 2025 meski produksi batu bara lebih rendah. RKAB batu bara 2026 saat ini berada di kisaran 600 juta ton, dengan pemerintah tetap memprioritaskan kebutuhan dalam negeri, terutama pasokan untuk pembangkit listrik PLN, serta mencegah kelebihan pasokan di pasar.

