Jakarta – Kementerian Kesehatan mencatat sekitar 3 juta warga di 37 kabupaten dan kota terpapar langsung kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan. Masyarakat diminta menggunakan masker serta rutin memantau kualitas udara untuk mengurangi risiko gangguan kesehatan.
“Yang pertama untuk karhutla, banyak partikel-partikel, istilahnya PM2,5. Itu banyak bertebaran di udara dan itu sangat mengganggu paru-paru kita, pernapasan kita, banyak penyakit pernapasan seperti infeksi saluran pernapasan akut atau ISPA,” ujar Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin.
Karhutla dilaporkan terjadi di 87 kabupaten dan kota pada tujuh provinsi, termasuk Jambi, Riau, Sumatera Selatan, serta sejumlah wilayah Kalimantan. Kemenkes meminta kelompok rentan dan warga yang mengalami sesak napas atau gangguan pernapasan segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan.

