NTT – Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mencatat dua anak meninggal dunia di lokasi pengungsian pascagempa di sejumlah wilayah Nusa Tenggara Timur. Kedua anak tersebut dilaporkan meninggal akibat sakit yang diperparah kondisi selama berada di pengungsian.
“Pilunya, beberapa anak meninggal di pengungsian. Sampai hari ini, yang meninggal dunia yang terpantau kami, ada dua anak,” ujar Anggota KPAI Diyah Puspitarini.
KPAI meminta pemerintah memberikan perhatian khusus kepada anak-anak rentan, termasuk bayi, balita, anak sakit, penyandang disabilitas, serta anak yang kehilangan atau terpisah dari keluarga. Pemerintah juga didorong mengevaluasi layanan kesehatan, pengasuhan, pendidikan, keamanan pengungsian, dan perlindungan anak dari kekerasan.

