Jakarta – Korban meninggal akibat gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,4 yang mengguncang wilayah barat Kolombia, Senin (10/8/2026), mencapai 132 orang. Lebih dari 570 orang lainnya dilaporkan terluka. Pemerintah Kolombia menyebut gempa tersebut sebagai yang terkuat yang tercatat di negara itu pada abad ke-21. Setelah gempa utama, tercatat 21 gempa susulan dengan kekuatan lebih kecil.

Upaya pencarian dan penyelamatan masih dilakukan di sejumlah wilayah terdampak. Di Cali, sedikitnya 380 bangunan mengalami kerusakan, sementara di Pereira sedikitnya 15 bangunan dilaporkan runtuh dan dikhawatirkan masih terdapat warga yang terjebak. Kerusakan juga terjadi di Manizales setelah salah satu menara katedral bergaya neo-Gotik runtuh. Sejumlah wilayah lain, termasuk Choco, turut terdampak, namun pendataan korban dan kerusakan terkendala akses geografis serta terputusnya jaringan komunikasi.

Gempa juga menyebabkan sejumlah bandara di Manizales, Quibdo, Armenia, Cartago, Buenaventura, dan Pereira menghentikan sementara penerbangan untuk pemeriksaan kerusakan. Wilayah Choco dan beberapa daerah di sekitar pusat gempa sulit dijangkau karena berada di kawasan pegunungan dan hutan lebat. Petugas gabungan masih melakukan evakuasi, pendataan korban, serta pencarian warga yang dilaporkan hilang.

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *