TANGERANG – Satuan Tugas (Satgas) Haji Polri menggagalkan keberangkatan puluhan calon jemaah haji non-prosedural yang akan terbang ke Arab Saudi melalui Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta). Mereka diduga menggunakan visa tidak resmi atau menjadi korban tawaran travel ilegal. “Kami akan terus memantau dan menindak tegas pelanggaran prosedur haji,” ujar Kepala Satgas Haji Polri.Para calon jemaah yang gagal berangkat tersebut rencananya akan diberangkatkan secara bertahap namun petugas mengetahui bahwa visa yang mereka miliki bukan visa haji resmi. Polri mengamankan sejumlah oknum travel yang diduga terlibat dalam praktik ilegal ini. Para calon jemaah kemudian didata dan dikembalikan ke rumah masing-masing setelah diberikan pemahaman. Pemerintah menjamin tidak ada pungutan biaya tambahan untuk pemrosesan ulang.Satgas Haji Polri mengimbau masyarakat untuk tidak tergiur tawaran berangkat haji dengan biaya murah dan instan karena berisiko ditipu atau dideportasi dari Arab Saudi. Masyarakat yang hendak berangkat haji diimbau menggunakan jalur resmi Kementerian Agama. Pemerintah akan terus melakukan razia dan operasi serupa di bandara-bandara lain. Pelaku travel ilegal diancam pidana penjara dan denda berat. Keberangkatan haji harus legal. Kerja sama dengan imigrasi Arab Saudi ditingkatkan. Calon jemaah yang tertipu akan didata sebagai korban. Edukasi publik digencarkan melalui media massa. Laporan masyarakat sangat diperlukan untuk mengungkap jaringan ilegal. Satgas Haji Polri siaga 24 jam. Keamanan dan kenyamanan jemaah adalah prioritas. Proses hukum akan berjalan adil. Masyarakat diharap tidak mudah percaya pada calo. Pemerintah terus memberikan pelayanan terbaik. Jangan sampai mimpi berhaji berakhir dengan kekecewaan. Gunakan prosedur yang benar. Tim Satgas akan berada di bandara hingga musim haji usai. Pemerintah akan mengupayakan pemberangkatan yang sah bagi yang memenuhi syarat. Klarifikasi tentang prosedur haji dapat dilakukan melalui call center resmi Kemenag.

