SURABAYA – Penanganan kebakaran di Gedung Pusat Pendidikan dan Pelatihan Juru Teknik (PPJT) RSUD Dr. Soetomo Surabaya sempat terkendala oleh tidak berfungsinya hydrant dan desain jendela yang menyulitkan akses petugas. Kondisi ini memperlambat proses pemadaman dan evakuasi korban. “Kami akan mengevaluasi seluruh sistem proteksi kebakaran,” ujar Manajer Umum RSUD Dr. Soetomo.Setibanya di lokasi, petugas pemadam kebakaran mendapati hydrant terdekat tidak mengeluarkan air dengan tekanan yang cukup. Selain itu, jendela gedung terbuat dari kaca patri yang sulit dibuka dan pecahannya membahayakan. Api baru bisa dijinakkan setelah petugas mengambil air dari sumber jarak jauh dan menggunakan alat pemadam alternatif. Satu pasien meninggal dan beberapa lainnya mengalami luka-luka.RSUD Dr. Soetomo berjanji akan segera memperbaiki seluruh fasilitas hydrant yang rusak dan memodifikasi desain jendela agar mudah diakses saat darurat. Pihak rumah sakit juga akan menggelar simulasi kebakaran rutin untuk tenaga medis dan nonmedis. Inspeksi mendadak akan dilakukan untuk memastikan standar keselamatan kebakaran terpenuhi di semua gedung. Pemerintah kota akan mendampingi proses audit dan perbaikan. Masyarakat diimbau tenang, operasional RSUD tetap berjalan normal di luar gedung terdampak.

