JAKARTA – Selasa, 12 Mei 2026, Pemerintah Indonesia dan Kazakhstan resmi mengaktifkan kembali mekanisme kerja sama bilateral yang telah terhenti sejak tahun 2013. Kesepakatan ini dicapai dalam pertemuan Menteri Luar Negeri kedua negara di sela-sela forum internasional di Astana. “Kami sepakat untuk merevitalisasi berbagai MoU yang sempat vakum,” ujar perwakilan Kementerian Luar Negeri RI.
Kerja sama yang akan dihidupkan kembali mencakup sektor perdagangan, investasi, ketahanan pangan, energi, dan pertukaran budaya. Indonesia melihat Kazakhstan sebagai pintu masuk pasar Asia Tengah dan Eropa Timur, sementara Kazakhstan tertarik pada produk kelapa sawit dan kopi Indonesia. Target peningkatan nilai perdagangan bilateral hingga 50 persen dalam tiga tahun ke depan.
Kedua negara juga akan mempermudah pemberian visa bagi pelaku bisnis dan wisatawan, serta membuka penerbangan langsung yang rencananya akan mulai beroperasi akhir tahun ini. Masyarakat Indonesia diharapkan dapat memanfaatkan peluang ekspor dan investasi yang kini terbuka lebar. Langkah berikutnya adalah membentuk komisi bersama untuk memonitor implementasi kerja sama. Keaktifan kembali hubungan bilateral ini menjadi angin segar bagi kedua negara di tengah ketidakpastian ekonomi global.

