JAKARTA – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengakui adanya kebobolan anggaran dalam pengadaan motor listrik untuk Badan Gizi Nasional (BGN). Hal ini terjadi karena kurangnya koordinasi lintas kementerian dan lembaga dalam tahap perencanaan. “Kami akan perbaiki sistem agar kejadian serupa tak terulang,” ujar Purbaya.Kebobolan tersebut menyebabkan pengadaan motor listrik melebihi pagu anggaran yang telah disepakati dalam APBN 2026, sehingga Kemenkeu harus merogoh dana cadangan. Purbaya menyebut bahwa spesifikasi teknis dan jumlah unit yang diajukan BGN di luar perkiraan awal, tanpa didukung analisis kebutuhan yang mendalam. Akibatnya, terjadi pembengkakan biaya yang tidak bisa dihindari.Kemenkeu akan mengevaluasi tata kelola pengadaan barang publik dan meminta setiap kementerian untuk menyusun rencana kebutuhan yang lebih akurat. Penganggaran berbasis kinerja akan diperketat, termasuk pengenaan sanksi bagi pejabat yang lalai. Pemerintah berkomitmen untuk lebih berhati-hati dalam membelanjakan uang rakyat. Kebobolan ini menjadi pelajaran berharga untuk memperbaiki birokrasi penganggaran Indonesia. Publik berhak mengetahui alokasi setiap rupiah APBN. Perbaikan setelah kejadian ini langsung dilakukan.

