Iran – Senin, 11 Mei 2026, Draf proposal terbaru Iran untuk perundingan dengan Amerika Serikat (AS) berisi tentang seruan penghentian segera konflik di seluruh lini, jaminan tidak akan ada lagi “agresi” terhadap Iran, serta pencabutan sanksi AS dan blokade laut. Sementara melansir Xinhua, tuntutan tersebut juga mencakup jangka waktu 30 hari untuk mencabut sanksi AS terhadap penjualan minyak Iran serta pembebasan aset Iran yang dibekukan setelah kesepakatan awal. Sebelumnya menurut IRNA, kantor berita resmi Iran, melaporkan bahwa tanggapan Teheran terhadap proposal terbaru AS telah dikirim melalui Pakistan sebagai mediator.

Sementara itu, pada Minggu malam, Donald Trump Presiden AS menulis di media sosial Truth Social-nya, bahwa tanggapan tanggapan Iran tersebut “sama sekali tidak dapat diterima.” Sebagai informasi, eskalasi konflik bermula saat AS dan Israel melakukan serangan gabungan terhadap Teheran dan kota-kota Iran lainnya pada 28 Februari 2026. Pada serangan tersebut, Ali Khamenei Pemimpin Tertinggi Iran saat itu beserta para pejabat senior, hingga warga sipil turut menjadi korban meninggal.

Lebih lanjut, gencatan senjata antara pihak-pihak yang berkonflik mulai berlaku pada tanggal 8 April, yang kemudian diikuti dengan perundingan antara delegasi Iran dan AS di Islamabad, Pakistan, pada tanggal 11 dan 12 April yang berakhir tanpa kesepakatan. AS justru memberlakukan blokade sendiri di Selat Hormuz. Dalam beberapa minggu terakhir, melalui Pakistan, kedua pihak dilaporkan telah bertukar beberapa rencana yang diusulkan dan diduga berisi uraian syarat-syarat untuk mengakhiri konflik.

“sama sekali tidak dapat diterima,” tulis Donald Trump Presiden AS melalui media sosial Truth Social terkait tanggapan Iran atas proposal terbaru Amerika Serikat.

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *