JAKARTA – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyatakan bahwa negara-negara anggota ASEAN sepakat untuk mempercepat diversifikasi energi guna menghadapi krisis energi global yang berkepanjangan. Kesepakatan ini dicapai dalam pertemuan menteri energi ASEAN yang berlangsung di Jakarta. “Kami tidak bisa lagi bergantung pada satu jenis energi,” ujar Bahlil dalam jumpa pers.Diversifikasi energi meliputi peningkatan porsi energi terbarukan seperti surya, angin, dan air, serta pengembangan infrastruktur gas alam terkompresi untuk kendaraan dan pembangkit listrik. ASEAN juga mendorong investasi di sektor energi terbarukan serta pembangunan jaringan listrik lintas batas untuk saling mendukung saat terjadi defisit. Target bauran energi terbarukan di kawasan ini dipatok naik menjadi 30 persen pada tahun 2030.Negara-negara ASEAN akan menyiapkan insentif dan kemudahan perizinan bagi investor di bidang energi baru terbarukan. Masyarakat di kawasan ini diimbau untuk menghemat energi dan beralih ke peralatan yang efisien. Krisis energi harus direspons dengan langkah kolektif dan inovatif, bukan sekadar mengurangi konsumsi. Kerja sama ASEAN juga akan fokus pada transfer teknologi dan peningkatan kapasitas SDM. Bahlil optimistis ketahanan energi kawasan akan semakin kuat dengan langkah ini.

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *