Jakarta – Managing Director Energy Shift Institute (ESI) Putra Adhiguna menilai pemerintah sudah waktunya membatasi penyaluran BBM bersubsidi jenis Pertalite bagi masyarakat golongan ekonomi atas. Namun, kebijakan tersebut dinilai perlu dilakukan secara bertahap dengan memperbaiki pengelolaan anggaran dan ketepatan sasaran subsidi.
“Saya rasa memang sudah waktunya. Tentunya dengan catatan juga pemerintah memperbaiki pengelolaan anggaran di pos-pos lainnya,” ujar Putra dalam program Wawasan Radio Suara Surabaya, Selasa (18/8/2026).
Putra menilai pembatasan dapat dimulai dari kelompok masyarakat desil 9 dan 10 dengan tetap memperbolehkan kendaraan roda dua menggunakan Pertalite. Ia meminta pemerintah menyiapkan masa transisi satu hingga tiga bulan, sosialisasi, mekanisme koreksi data, serta kanal pengaduan agar masyarakat yang merasa tidak sesuai dengan pengelompokan dapat mengajukan keberatan. Menurutnya, penghematan subsidi juga harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat yang membutuhkan.

