Jakarta – Presiden Prabowo Subianto menyoroti banyaknya BUMN yang dinilai tidak produktif. Prabowo bahkan menyebut ada BUMN yang membuat laporan seolah-olah mencatat keuntungan.
“Saya laporkan semua, saya takut rakyat kita marah. Terlalu banyak BUMN tidak produktif, ngarang aja itu untungnya,” kata Prabowo dalam pidatonya di hadapan anggota parlemen, Jumat (14/8/2026).
Prabowo mengatakan pemerintah menemukan persoalan tersebut setelah membentuk Danantara. Dari hasil penelusuran, terdapat 1.074 BUMN beserta anak dan cucu usaha. Pemerintah kemudian menutup 290 BUMN dan menargetkan jumlahnya menjadi paling banyak 300 BUMN pada akhir tahun.
“Hanya yang produktif, hanya yang menciptakan nilai tambah akan kita pertahankan,” ujarnya.
Prabowo menyebut perampingan BUMN tersebut telah menghemat biaya operasional sekitar Rp50 triliun.

