Jakarta – Sedikitnya 254 orang meninggal dunia akibat gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,4 yang mengguncang wilayah barat Kolombia, Senin (10/8/2026). Tim penyelamat masih menyisir reruntuhan bangunan pada Selasa (11/8/2026) untuk mencari korban yang kemungkinan masih terjebak. Data sementara mencatat 101 orang meninggal di Pereira dan 95 orang di Cali. Gempa merusak rumah, apartemen, sekolah, fasilitas kesehatan, serta sejumlah bangunan lainnya.
Proses pencarian dilakukan menggunakan alat berat dan secara manual. Di sejumlah lokasi, petugas dan warga membentuk rantai manusia untuk menyingkirkan puing-puing. Tim penyelamat juga berhasil mengevakuasi sejumlah korban dalam kondisi hidup dari bangunan yang runtuh. Ribuan warga kehilangan tempat tinggal dan sejumlah bangunan mengalami kerusakan berat sehingga penghuni belum diperbolehkan kembali sebelum pemeriksaan keamanan.
Wilayah Choco yang berada dekat episentrum masih kesulitan memperoleh bantuan akibat akses transportasi dan komunikasi yang terbatas. Sejumlah komunitas mengalami gangguan listrik serta keterbatasan fasilitas kesehatan dan persediaan obat. Hingga Selasa sore, tiga bandara masih ditutup, sementara beberapa ruas jalan utama terganggu dan akses gas, air, serta listrik belum normal. Lebih dari 100 gempa susulan tercatat sehingga warga memilih bertahan di ruang terbuka untuk menghindari risiko bangunan kembali runtuh.

