Foto Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) yang terlihat meletakkan kaki di atas kepala kerbau saat menerima gelar adat “Baginda Pemuka Bangsa” di Lampung, Sabtu (27/6/2026), menjadi sorotan publik. Momen tersebut memicu beragam tanggapan, termasuk kritik dari PDI Perjuangan (PDIP) yang menilai tindakan itu sebagai simbol ambisi kekuasaan. Prosesi tersebut berlangsung saat Jokowi melakukan kunjungan ke Lampung dalam rangkaian kegiatan bersama Partai Solidaritas Indonesia (PSI).

Menanggapi polemik tersebut, Ketua DPP PSI Bestari Barus menegaskan kehadiran Jokowi dalam prosesi adat merupakan undangan dari tokoh masyarakat Lampung. Menurutnya, posisi kaki Jokowi di atas kepala kerbau merupakan bagian dari rangkaian adat yang hanya dapat dijelaskan oleh para tokoh adat setempat. Bestari menilai tidak mungkin Jokowi melakukan tindakan yang bertentangan dengan tata cara adat dan menyayangkan adanya pihak yang menafsirkan prosesi tersebut sebagai bentuk kesombongan atau sindiran politik.

Sementara itu, politikus PDIP Mohamad Guntur Romli tetap melontarkan kritik terhadap momen tersebut. Ia menilai kepala kerbau yang diinjak melambangkan para pengikut Jokowi dan PSI yang dinilai terlena oleh ambisi kekuasaan. Perbedaan pandangan itu pun memunculkan perdebatan di ruang publik mengenai makna prosesi adat tersebut, sementara belum ada penjelasan resmi dari tokoh adat Lampung terkait filosofi dari ritual yang dijalankan Jokowi.

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *