Sejumlah kelompok masyarakat menggelar aksi unjuk rasa bertajuk #IndonesiaSekarat di Surabaya, Jumat (26/6/2026). Massa dijadwalkan mulai berkumpul di kawasan Monumen Kapal Selam (Monkasel) pada pukul 14.00 WIB sebelum melakukan long march menuju Gedung Negara Grahadi. Aksi ini diinisiasi oleh sejumlah elemen masyarakat, di antaranya Aksi Kamisan Surabaya, Kader Hijau Muhammadiyah, Hiphopgrak, dan Barisan Rakyat Anti Penindasan (BARA-API).

Dalam aksi tersebut, massa membawa sedikitnya 11 tuntutan yang ditujukan kepada pemerintah pusat maupun pemerintah daerah. Sejumlah isu nasional menjadi sorotan, mulai dari desakan menurunkan harga kebutuhan pokok dan bahan bakar minyak (BBM), penghentian Program Makan Bergizi Gratis (MBG) serta Koperasi Desa Merah Putih, hingga tuntutan pencabutan UU Polri dan UU TNI. Massa juga mendesak pemerintah menciptakan lapangan kerja yang layak serta menghentikan keterlibatan TNI dalam ranah sipil.

Selain isu nasional, pengunjuk rasa juga mengangkat persoalan daerah. Mereka menuntut penghentian proyek reklamasi Surabaya Waterfront Land, peningkatan anggaran pendidikan dan kesehatan, penyediaan transportasi umum yang layak, inklusif, dan gratis, serta pembebasan seluruh tahanan politik disertai pemulihan nama baik mereka. Massa juga membawa tuntutan yang lebih luas, seperti pembubaran parlemen, pembangunan sistem kuasa rakyat, hingga pengakhiran kepemilikan pribadi atas alat-alat produksi.

Aksi #IndonesiaSekarat menjadi bagian dari rangkaian gelombang demonstrasi yang berlangsung di berbagai daerah dalam beberapa pekan terakhir. Sejumlah isu seperti evaluasi Program MBG, kenaikan harga kebutuhan pokok dan BBM, dugaan korupsi di Badan Gizi Nasional (BGN), serta penolakan terhadap perluasan peran militer di ranah sipil menjadi pemicu utama aksi. Demonstrasi serupa juga sebelumnya digelar di sejumlah kota lain, termasuk Jakarta dan Yogyakarta.

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *