Jakarta – Keterbatasan lahan pemakaman di DKI Jakarta memaksa TPU menerapkan sistem tumpang jenazah, termasuk di TPU Pejaten Barat di mana satu liang lahat bisa berisi hingga empat jenazah. Operator TPU, Maulana, mengungkapkan bahwa kondisi ini terjadi karena lahan sudah penuh sejak 2015. “Ada beberapa mungkin yang waktu itu memang lahan di mana-mana sudah susah kan, ada empat (jenazah), tapi enggak tahu cuma ada berapa (liang) gitu,” ujarnya pada Kamis (23/10).
Maulana menjelaskan standar normal satu liang hanya untuk tiga jenazah, dan tumpang hanya boleh untuk keluarga dekat dengan persetujuan pemegang surat makam. “Standarnya sih tiga. Satu liang tiga jenazah,” katanya. “Enggak bisa asal tumpang begitu saja. Atas persetujuan dia (pemegang surat), kalau memang mau ditumpang di sini ya kita layani.” TPU Pejaten Barat, yang khusus Muslim, dikelola tujuh petugas dan ramai saat Jumat atau munggahan.
Dinas Pertamanan DKI mengonfirmasi 69 dari 80 TPU sudah penuh, hanya 11 yang masih layani pemakaman baru seperti Rawa Terate dan Tanah Kusir. “Dari 80 lokasi TPU yang tersebar di lima wilayah DKI, 69 TPU sudah penuh dan hanya menerima pelayanan makam tumpang,” kata M Fajar Sauri. Gubernur Pramono Anung perintahkan buka TPU baru. “Saya meminta untuk dibuka TPU-TPU baru yang memungkinkan. Sekarang ini sedang dilakukan oleh Dinas Pertamanan, Mudah-mudahan dalam waktu dekat akan ada,” ujarnya.

