Jakarta – Menteri ATR/BPN Nusron Wahid klaim tidak ada kasus baru sengketa tanah sepanjang tahun pertama masa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Ia menyatakan sengketa tanah yang ada merupakan masalah lama yang sedang diselesaikan. ATR/BPN fokus memperbaiki sistem layanan pertanahan agar akurat dan akuntabel guna mencegah mafia tanah.

Nusron sebut langkah pencegahan didukung sistem digital dan sertifikasi ketat. Tahun 2025, mereka berhasil menyelamatkan potensi kerugian Rp9,67 triliun dari 13 ribu hektare luas tanah. Menurutnya, mafia tanah akan berkurang seiring sistem internal yang diperkuat.

Jadi, selama masa Prabowo menjabat satu tahun, tak ada sengketa tanah baru. Fokus mereka adalah menyelesaikan sengketa lama dan menghindari masalah baru lewat pencegahan dan perbaikan sistem pertanahan.

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *