JAKARTA – Komedian sekaligus anggota DPD RI, Komeng, menanggapi kebijakan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia terkait penjualan LPG 3 kg. Dalam guyonannya, ia menyamakan gas dengan kecepatan kendaraan, mengatakan bahwa jika tidak dibatasi, maka akan terus “ngebut”. Komeng juga menilai kebijakan tersebut terkesan terburu-buru dan kurang kajian mendalam, sehingga wajar jika menimbulkan pro dan kontra di masyarakat.
Pemerintah sebelumnya melarang pedagang eceran menjual LPG 3 kg sejak 1 Februari, mengharuskan mereka beralih menjadi pangkalan resmi. Kebijakan ini bertujuan untuk menekan harga LPG agar tetap terjangkau dan seragam. Namun, aturan tersebut justru memicu kelangkaan di beberapa daerah, membuat masyarakat kesulitan mendapatkan LPG bersubsidi.
Presiden RI Prabowo Subianto akhirnya turun tangan dengan meminta Menteri Bahlil untuk mengizinkan kembali pengecer menjual LPG 3 kg. Komeng menyoroti bahwa kebijakan ini telah mengalami perubahan, sehingga kondisi penjualan gas kini kembali normal. Ia juga menyebut bahwa meski ada dinamika dalam penyesuaian kebijakan, situasi saat ini sudah terkendali.
+ There are no comments
Add yours