Jakarta – Pemerintah bersama PT Pertamina (Persero) terus mempercepat pemulihan distribusi bahan bakar minyak (BBM) di Bali. Upaya dilakukan dengan menambah armada kapal pengangkut dari Jawa, mengoptimalkan terminal BBM, serta memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah dan aparat terkait. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia menyebut kondisi pasokan di Bali mulai membaik, dengan ketahanan stok yang telah mencapai 15 hari. Jumlah kapal pengangkut BBM yang sebelumnya tiga unit kini ditingkatkan menjadi tujuh unit untuk memperlancar penyaluran ke SPBU.

Bahlil memastikan cadangan BBM nasional masih dalam kondisi aman. Stok Pertalite berada pada kisaran 16 hingga 18 hari, sedangkan jenis BBM lainnya tersedia untuk lebih dari 20 hari. “Secara cadangan nasional tidak ada yang perlu kita khawatirkan. Sekarang distribusinya yang kita perlancar,” ujar Bahlil, Selasa (20/10/2026). Direktur Utama Pertamina Simon Aloysius Mantiri menegaskan perusahaan terus mengevaluasi rantai pasok, mulai dari pengadaan hingga penyaluran, agar kebutuhan energi masyarakat dan aktivitas ekonomi, khususnya sektor pariwisata serta UMKM di Bali, tetap terpenuhi.

Gubernur Bali I Wayan Koster mengapresiasi kerja sama pemerintah pusat, pemerintah daerah, TNI, Polri, dan Pertamina dalam mempercepat pemulihan distribusi BBM. Menurutnya, pasokan ke SPBU mulai lancar sejak akhir pekan dan antrean masyarakat berangsur berkurang. Pengaturan aktivitas masyarakat serta kebijakan pengisian BBM berdasarkan nomor kendaraan ganjil-genap yang diperpanjang hingga 23 Oktober 2026 turut mendukung kelancaran pelayanan. Pertamina juga memperkuat distribusi di wilayah lain, termasuk Kalimantan, Sulawesi, dan Sumatera, dengan menyesuaikan jalur pengangkutan terhadap kendala logistik di lapangan.

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *