Jakarta – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengintensifkan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah, termasuk Sumatera Selatan dan Kalimantan Selatan. Ribuan personel dikerahkan melalui jalur darat dan udara untuk memadamkan api di tengah kondisi cuaca kering dan minim potensi hujan.
Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan, 13 titik api terpantau di Sumatera Selatan dengan jarak pandang di bawah 2 kilometer. “Situasi umum di sana terpantau adanya 13 titik api dengan kualitas udara umumnya sedang, jarak pandang di bawah 2 kilometer. Proses belajar mengajar masih berjalan seperti biasa dan dianjurkan untuk menggunakan masker,” ujar Berton, Rabu (2/9/2026).
Pemadaman dilakukan melalui operasi darat dan water bombing. Di Sumatera Selatan, empat helikopter melakukan tujuh sorti dengan total 792 ribu liter air, sedangkan di Kalimantan Selatan lima helikopter melakukan 11 sorti dengan 1,328 juta liter air dan berhasil memadamkan lebih dari 60 hektare lahan. BNPB juga menggunakan kamera thermal untuk mendeteksi titik panas yang tersembunyi di dalam tanah serta memprioritaskan pemadaman di sekitar bandara dan permukiman.

