Cisarua – Tim Disaster Victim Identification (DVI) dari Polda Jawa Barat berhasil mengidentifikasi 20 jenazah korban bencana tanah longsor yang terjadi di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, mengatakan proses identifikasi dilakukan setelah tim SAR gabungan menerima 38 kantong jenazah yang dievakuasi dari lokasi bencana pada Senin (26/1). Jenazah yang telah teridentifikasi itu kemudian diserahkan kepada keluarga korban untuk proses pemakaman sesuai prosesi agama dan adat setempat.
Perjuangan tim SAR belum sepenuhnya usai. Dari total 38 kantong jenazah yang masuk ke Pos DVI, masih terdapat 18 jenazah yang dalam proses identifikasi karena membutuhkan pemeriksaan forensik lanjutan. Operasi pencarian dan evakuasi juga terus diperluas dengan bantuan alat berat, termasuk ekskavator, serta ratusan personel dari berbagai instansi terlibat di lapangan untuk mempercepat upaya menemukan korban lain yang masih tertimbun. Kondisi medan yang sulit serta potensi cuaca buruk menjadi tantangan utama dalam tugas ini.
Sementara itu, para pengungsi korban longsor terus mendapatkan perhatian dari pemerintah dan lembaga kemanusiaan. BNPB bersama instansi terkait memastikan suplai bantuan logistik seperti sembako, selimut, dan perlengkapan dasar tersedia di lokasi pengungsian. Situasi sosial di kamp-kamp pengungsian menunjukkan kepedihan mendalam warga yang kehilangan sanak keluarga sekaligus ketidakpastian terhadap nasib kerabat yang belum ditemukan. Hingga kini, pencarian masih berlangsung intensif sembari para ahli forensik bekerja demi memberikan kepastian identitas kepada keluarga korban.
