Jakarta – Menteri ESDM Bahlil Lahadalia berencana memangkas kuota produksi batu bara dan nikel pada 2026 demi menjaga stabilitas harga global dan keberlanjutan cadangan mineral nasional. Langkah ini diambil agar nilai tawar komoditas Indonesia tetap tinggi di tengah fluktuasi pasar, sekaligus memastikan ketersediaan sumber daya untuk masa depan.

“Jadi produksi kita akan turunkan supaya harga bagus dan tambang kita untuk cucu kita. Bangsa ini harus berjalan terus, lingkungan kita jaga dan ini juga terjadi tidak hanya di batu bara termasuk nikel kita akan sesuaikan kebutuhan indsutri dan supply ore nikel kita,” terang Bahlil.

Kebijakan ini juga mendukung transisi energi dan penekanan emisi karbon melalui pengetatan evaluasi RKAB perusahaan tambang. Pemerintah berharap industri pertambangan kini lebih fokus pada peningkatan nilai tambah dan keseimbangan pasar daripada sekadar mengejar kuantitas ekspor.

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *