Jakarta – Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menegaskan komitmen pemerintah untuk menghentikan impor solar sepenuhnya mulai 2026 demi kedaulatan energi nasional. Strategi utama untuk menekan defisit neraca perdagangan ini adalah melalui optimalisasi produksi domestik serta peningkatan program biodiesel dari B40 menuju B50 berbasis kelapa sawit.

Meskipun membutuhkan kerja sama solid dengan Pertamina dan pihak swasta, kebijakan ini optimis dapat menciptakan kemandirian energi sekaligus lapangan kerja baru. Pemerintah juga mulai mengkaji langkah serupa untuk jenis BBM lainnya guna memutus ketergantungan pada pasokan luar negeri.

“Dengan RDMP dan B50, kita justru berpotensi mengalami surplus solar. Ke depan, bukan tidak mungkin Indonesia bisa mengekspor solar,” kata Bahlil.

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *