Jakarta – Rumor mengenai rencana PT Sentul City Tbk (BKSL) untuk masuk ke bisnis Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) melalui kerja sama dengan Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara Indonesia kembali mencuat. Emiten properti dengan landbank lebih dari 14.000 hektare di Sentul ini mengakui telah melakukan pembicaraan dalam tahap studi awal dan penjajakan beberapa alternatif kerja sama. Namun, manajemen BKSL dalam surat resmi kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) menegaskan bahwa pembahasan belum sampai pada tahap nota kesepahaman (MoU) atau komitmen hukum mengikat.

Klarifikasi dari BKSL ini sejalan dengan pernyataan Danantara yang sebelumnya juga membantah isu kerja sama tersebut. Meski demikian, eksplorasi ini dinilai masuk akal secara strategis karena memanfaatkan aset utama BKSL, yaitu lahan yang sangat luas. Perusahaan menyatakan terbuka untuk diversifikasi bisnis di luar properti dan telah memiliki anak usaha, PT Sentul City Green Energy, yang diposisikan khusus untuk menangani peluang di sektor energi terbarukan.

Sentimen positif dari rumor ini telah tercermin pada pergerakan saham BKSL, yang telah naik signifikan sepanjang tahun. Para analis memandang bahwa kejelasan kerja sama ini dapat menjadi katalis bagi saham untuk bergerak lebih lanjut. Investor dan pasar kini menunggu pengumuman resmi dan kepastian lebih lanjut dari kedua belah pihak mengenai realisasi proyek PLTS yang potensial ini.

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *