Kamboja – Pemerintah Kamboja menutup seluruh perlintasan perbatasan dengan Thailand menyusul bentrokan mematikan pada Sabtu (13/12/2025). Penutupan ini berlaku hingga pemberitahuan lebih lanjut. Thailand menegaskan syarat untuk gencatan senjata, seperti dikatakan Perdana Menteri Anutin Charnvirakul, “Mereka harus menunjukkannya kepada kami terlebih dahulu,” dengan meminta Kamboja menarik pasukan dan membersihkan ranjau.
Konflik yang telah berlangsung sejak awal Desember 2025 telah menimbulkan korban jiwa signifikan di kedua belah pihak, termasuk puluhan tentara tewas dan ratusan luka-luka, serta korban sipil. Upaya mediasi oleh pihak luar, termasuk Donald Trump yang mengklaim kedua negara siap untuk damai, belum menghasilkan gencatan senjata yang berlaku segera. Trump sebelumnya menulis di media sosial bahwa “kedua negara siap untuk perdamaian,” setelah berbicara dengan kedua perdana menteri.
Namun, gencatan senjata yang pernah disepakati pada Oktober 2025 terus dilanggar. Kedua pihak saling tuduh Thailand menuduh Kamboja menanam ranjau, sementara Kamboja menyatakan ranjau itu peninggalan perang lama. Pemimpin Kamboja menegaskan akan terus melawan untuk melindungi kedaulatan, mengindikasikan konflik perbatasan yang telah berlangsung lama ini belum akan berakhir dalam waktu dekat.
