Jakarta – Pemerintah Indonesia, melalui Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani, menegaskan fokus pada hilirisasi sumber daya alam sebagai fondasi transformasi ekonomi untuk keluar dari jebakan negara berpendapatan menengah. Strategi ini dipandang sebagai langkah kedaulatan ekonomi, sejalan dengan visi Indonesia Emas 2045 dan peta jalan menuju pertumbuhan ekonomi berkelanjutan sebesar delapan persen. Rosan menekankan posisi strategis Indonesia, menyatakan, “Kita adalah pemimpin global di beragam komoditas strategis seperti nikel dan kelapa sawit… Sumber daya ini menempatkan kita di jantung transisi energi global.”

Upaya hilirisasi telah menunjukkan hasil nyata dengan kontribusi signifikan terhadap investasi. Pada periode Januari hingga September 2025, sektor hilir berhasil menarik investasi Rp431 triliun, mencatat pertumbuhan tahunan 58,1% dan berkontribusi lebih dari 30% dari total realisasi investasi nasional. Untuk mendukung target pertumbuhan ekonomi delapan persen dalam lima tahun ke depan, diperkirakan diperlukan investasi sekitar 815 miliar dolar AS yang memerlukan transformasi struktural, tidak hanya mengandalkan konsumsi domestik.

Pemerintah berkomitmen untuk menarik investasi berkualitas yang dapat meningkatkan produktivitas, alih teknologi, dan penguatan rantai nilai domestik. Berbagai kebijakan pendukung terus diperkuat, termasuk reformasi fiskal dan perpajakan. “Kami juga mendorong reformasi fiskal dan pajak daya saing, menjadikan pajak sebagai insentif untuk mendorong inovasi dan transisi hijau,” tambah Rosan. Langkah-langkah ini diharapkan dapat mengakselerasi pencapaian target pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *