Jakarta – Menteri Sosial Gus Ipul meresmikan “wisuda” bagi 133 keluarga penerima manfaat (KPM) yang dinyatakan naik kelas dari desil 1-4 menjadi desil 5 ke atas, sehingga tidak lagi menerima bansos. Prosesnya dibuat layaknya wisuda mahasiswa, lengkap dengan toga dan pemindahan tali toga. Gus Ipul menegaskan bahwa dasar penentuan penerima bansos adalah DTSEN, dengan menyebut, “Yang diberi bantuan itu adalah desil 1 sampai 4, setelah desil 4 naik jadi graduasi.”

Acara wisuda dilaksanakan di Pusdiklatbangprof Kemensos dan menjadi bagian dari implementasi Asta Cita Presiden Prabowo. Gus Ipul menjelaskan arahan presiden secara gamblang, “Yang atas dijaga, yang tengah difasilitasi, yang bawah dibela.” Ia menekankan bahwa graduasi ini dibuat agar KPM tumbuh menjadi masyarakat yang mandiri dan tidak bergantung pada bansos, dengan pendekatan pemberdayaan yang lebih besar dampaknya.

Dalam acara tersebut, Menko Pemberdayaan Masyarakat Cak Imin menegaskan perubahan paradigma dalam pengentasan kemiskinan. Ia menyebut berbagai terobosan, seperti Sekolah Rakyat hingga Koperasi Desa, sebagai strategi baru percepatan pemberdayaan. Cak Imin menutup dengan penekanan bahwa pembangunan harus menciptakan kemandirian, sambil menyatakan, “Bansos sementara, berdaya selamanya.”

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *