Jakarta – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menanggapi ajakan “tobat nasuha” atau evaluasi total dari Menko PM Muhaimin Iskandar (Cak Imin) dengan menyatakan bahwa seluruh menteri dan menko memang seharusnya melakukan evaluasi diri. Pernyataan ini disampaikan Bahlil di Istana Kepresidenan Jakarta pada Kamis (4/12) malam, menanggapi surat dari Cak Imin yang ditujukan kepada tiga menteri, termasuk dirinya, terkait kebijakan penanganan bencana banjir di Sumatra.
Namun, Bahlil dengan tegas menegaskan bahwa dalam struktur kabinet, satu-satunya pihak yang berwenang memberi perintah kepada para menteri adalah Presiden Prabowo Subianto. Ia menyatakan fokusnya saat ini hanya pada menjalankan tugas dan perintah Presiden, khususnya dalam penanganan darurat di lokasi-lokasi bencana yang membutuhkan perhatian segera.
Sebelumnya, Cak Imin dalam sambutannya di Bandung pada Senin (1/12) telah mengirim surat ajakan evaluasi total kepada Menteri Kehutanan, Menteri ESDM, dan Menteri Lingkungan Hidup. Menurutnya, evaluasi menyeluruh terhadap kebijakan yang berkaitan dengan alam merupakan bentuk komitmen dan kesungguhan pemerintah, yang dalam istilah Nahdlatul Ulama disebut sebagai “tobat nasuha”. Tanggapan Bahlil menyiratkan bahwa meski terbuka terhadap evaluasi, garis komando tetap berada di tangan Presiden.

