Jakarta – Ketua DPR RI, Puan Maharani, menyoroti keras metode pemberian bantuan kepada korban bencana di Sumatra yang dilakukan dengan cara dilempar dari helikopter, seperti yang pernah dilakukan Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution. Dalam pernyataannya pada Kamis (4/12), Puan menegaskan bahwa pendistribusian bantuan harus dilakukan dengan cara yang efektif agar benar-benar bermanfaat bagi masyarakat terdampak. Ia meminta agar praktik tersebut dievaluasi dan dicarikan solusi lain yang lebih baik, termasuk untuk menjangkau wilayah yang terisolir.
Selain menekankan aspek efektivitas, Puan juga mengimbau agar para pejabat lebih mengedepankan empati saat menyampaikan pernyataan di muka publik di tengah situasi musibah. Kritik ini muncul seiring dengan meningkatnya korban jiwa dan kerusakan akibat bencana. Data terbaru BNPB per 3 Desember mencatat korban meninggal mencapai 807 jiwa, dengan 647 orang hilang dan 582.500 orang mengungsi.
Sorotan dari pimpinan legislatif ini menyiratkan bahwa penanganan bencana tidak hanya soal kecepatan dan jumlah bantuan, tetapi juga menyangkut metode distribusi dan pendekatan psikologis kepada korban. Dengan kerusakan infrastruktur yang masif (ribuan rumah dan fasilitas umum rusak), diperlukan koordinasi dan strategi yang lebih matang untuk memastikan bantuan sampai dengan cara yang layak dan menenangkan, bukan justru menimbulkan kesan tidak serius atau kurang empati.

