Jakarta – Pemerintah melalui Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, menegaskan Indonesia tidak melakukan impor beras dan jagung sedikit pun sepanjang tahun 2025. Pernyataan ini didasarkan pada stok nasional yang aman, dengan cadangan beras di gudang Perum Bulog mencapai sekitar 4 juta ton. Kondisi ini merupakan peningkatan signifikan dibanding tahun 2024 lalu, di mana Indonesia masih mengimpor beras sebanyak 4,5 juta ton.

Zulkifli Hasan menyebutkan capaian swasembada ini merupakan hasil dari kolaborasi dan gotong royong seluruh unsur bangsa. Ia secara khusus mengapresiasi kontribusi Polri dalam program percepatan perluasan tanam jagung, serta peran TNI dalam membuka sawah baru, memperkuat distribusi pangan, dan mendampingi para petani. Kolaborasi ini dinilai berperan besar menjaga stabilitas rantai pasok dan meningkatkan produktivitas pertanian nasional.

Keberhasilan di sektor pangan ini juga tercermin dari peningkatan kesejahteraan petani. Menko Zulhas menyebutkan bahwa Nilai Tukar Petani (NTP) berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) telah meningkat dari 116 menjadi 124. Dengan demikian, kebijakan ketahanan pangan tidak hanya menjamin ketersediaan stok nasional, tetapi juga diharapkan mampu meningkatkan taraf hidup para pelaku utama di sektor pertanian.

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *