Sumatera Barat – Presiden RI Prabowo Subianto menutup rangkaian kunjungan kerjanya di tiga daerah terdampak bencana banjir dan longsor di Sumatra dengan meninjau Kabupaten Padang Pariaman, Sumatra Barat, pada Senin (1/12). Kunjungan ini menegaskan komitmen pemerintah untuk hadir langsung guna memastikan penanganan darurat berjalan cepat dan tepat sasaran. Di setiap lokasi, Presiden mendatangi posko pengungsian, melihat kerusakan infrastruktur, dan berdialog dengan warga terdampak.
Dalam keterangannya di Padang Pariaman, Presiden menyampaikan kabar positif mengenai pemulihan infrastruktur dasar. Ia menyebut sejumlah jalan sudah mulai dapat diakses, pasokan listrik hampir pulih 100 persen, dan pasokan air bersih mulai dibenahi. Meski banyak jembatan yang masih rusak, Presiden memerintahkan percepatan penyaluran bantuan logistik, pemulihan akses ke wilayah terisolir, serta pembangunan akses darurat sebagai alternatif sementara.
Di balik kemajuan pemulihan, data korban justru menunjukkan peningkatan yang signifikan. Berdasarkan data BNPB per Senin sore (1/12), korban meninggal dunia telah mencapai 604 orang, dengan 464 warga masih dinyatakan hilang dan 2.600 orang luka-luka. Sekitar 1,5 juta orang terdampak dan 570 ribu orang mengungsi. Presiden mengapresiasi kesigapan semua unsur dalam proses evakuasi dan penyaluran bantuan di tengah besarnya skala dampak bencana ini.
