Jakarta – Gus Yahya menyatakan belum mendapat jawaban dari Rais Aam KH Miftachul Akhyar meski sudah meminta waktu bertemu sejak Jumat. Ia menegaskan siap menyelesaikan persoalan internal PBNU dan menyesalkan Rapat Harian Syuriyah yang memintanya mundur tanpa memberinya ruang klarifikasi. “Saya dilarang memberikan klarifikasi. Itu yang paling saya sesalkan,” ujarnya.

Ia juga membantah keabsahan surat pemberhentian dirinya sebagai Ketua Umum PBNU. Menurutnya, dokumen itu hanya draf, memuat watermark, dan tidak memenuhi syarat administratif NU karena tidak ditandatangani empat unsur Syuriyah dan Tanfidziyah. “Kalau di-scan, tanda tangan yang tercantum akan muncul sebagai tanda tangan tidak sah,” tegasnya.

Gus Yahya menambahkan bahwa sistem digital NU tidak mengenali nomor surat tersebut, sehingga stempel digital tidak bisa diterbitkan. Ia memastikan yang beredar adalah draf tidak sah melalui pesan instan. Meski begitu, ia tetap bersiap hadir dalam pertemuan para kiai di Lirboyo. “Saya akan terus mengetuk, tinggal bagaimana jawaban beliau,” ucapnya.

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *