Lumajang – Pemerintah Kabupaten Lumajang di bawah kepemimpinan Bupati Indah Amperawati memastikan hak pendidikan seluruh siswa tetap terpenuhi meski beberapa fasilitas pendidikan mengalami kerusakan parah akibat erupsi Gunung Semeru. Salah satu sekolah yang paling terdampak adalah SDN Supiturang 2 yang bangunannya hilang total tersapu material vulkanik, sehingga tidak memungkinkan untuk dipulihkan di lokasi semula. Bupati menegaskan bahwa dalam kondisi apapun, pendidikan anak harus tetap berjalan dan memerintahkan Dinas Pendidikan untuk memastikan tidak ada satupun siswa yang kehilangan akses belajar.
Sebagai solusi darurat sekaligus jangka panjang, Pemkab Lumajang menerapkan kebijakan regrouping dengan memindahkan seluruh siswa SDN Supiturang 2 ke SDN Supiturang 1. Keputusan untuk tidak membangun kembali sekolah di lokasi semula didasarkan pada pertimbangan mitigasi risiko bencana, mengingat wilayah tersebut telah ditetapkan sebagai zona merah yang tidak aman bagi keselamatan siswa dan tenaga pendidik. Proses belajar mengajar telah berjalan dengan para siswa SDN Supiturang 2 yang mulai mengikuti pembelajaran di SDN Supiturang 1.
Untuk menunjang kebijakan regrouping ini, Pemkab Lumajang akan meningkatkan kapasitas SDN Supiturang 1 melalui penambahan ruang kelas, perbaikan fasilitas pendukung, dan penataan lingkungan belajar yang lebih aman dan nyaman. Pemerintah juga telah berkoordinasi intensif dengan Kementerian Pendidikan untuk memastikan proses relokasi dan rehabilitasi sarana pendidikan memenuhi standar penanganan pascabencana. Langkah ini menjadi bagian dari kebijakan pemulihan yang menempatkan pendidikan sebagai prioritas utama dalam rehabilitasi sosial di kawasan rawan bencana.
