Jakarta – Temuan beras ilegal tidak berhenti di Sabang. Mentan Amran Sulaiman kembali menerima laporan masuknya 40,4 ton beras ilegal di Batam, yang masuk lewat kapal yang sandar sekitar pukul 23.00 WIB. Laporan masuk “setelah magrib” melalui kanal Lapor Pak Amran dan langsung ditindaklanjuti. Amran bilang, “Kami langsung konfirmasi… dan mengamankan beras 40 ton.” Penindakan berjalan sampai tengah malam dan hasil pemeriksaan memastikan seluruh barang tidak punya izin.
Selain beras, aparat juga menemukan barang ilegal lain: 2,04 ton minyak goreng, 600 kg terigu, 900 liter susu, 240 parfum, 360 mi impor, dan frozen food. Direktur Utama Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, menyebut ada tiga kapal yang ditangkap dan lima ABK sudah diperiksa. Ia menegaskan penyelundupan ini bisa mengganggu stabilitas pasar. Semua barang kini disegel di Pelabuhan Tanjung Sengkuang.
Amran menjelaskan harga murah yang jadi alasan impor ilegal itu salah kaprah. Ia menegaskan “harga turun di negara lain karena Indonesia tidak impor”, mengingat Indonesia importir besar dan pernah memasukkan 7 juta ton beras tahun 2023–2024. Temuan di Batam ini melengkapi pengungkapan sebelumnya 250 ton beras ilegal di Sabang. Semua langkah penindakan mengikuti perintah Presiden Prabowo untuk tidak impor karena stok dalam negeri dianggap cukup.
